Kajian Video – HIDUP SESUDAH MATI ( HARI KEBANGKITAN MANUSIA ) – Ust.Abu Abdirrahman Al-Hajjamy, MA

Hari kebangkitan dimulai setelah peniupan ash-Shur (الصُّوْرُ). Yaitu sangkakala, yang Allah tugaskan kepada Malaikat Israfil untuk meniupnya ketika diperintahkan untuk itu. Dijelaskan dalam salah satu hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam yang berbunyi: عَنْ عَبْدِ اللهِ بْنِ عَمْرٍو بْنِ الْعَاصِي رَضِيَ اللهُ عَنْهُمَا قَالَ جَاءَ أَعْرَابِيٌّ إِلَى النَّبِيِّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَقَالَ مَا الصُّوْرُ قاَلَ قَرْنٌ يُنْفَخُ فِيْهِ رواه أبو داود والترمذي وحسنه وابن حبان في صحيحه Dari ‘Abdullah bin ‘Amru bin al ‘Ash Radhiyallahu anhuma , ia berkata : “Seorang ‘Arab datang kepada Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , seraya bertanya : “Apa (yang dimaksud) ash-Shur?” Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, “Sangkakala yang ditiup.” [HR Abu Dawud, at Tirmidzi dan beliau menghasankan, serta Ibnu Hibban di dalam Shahih-nya. Hadits ini dishahihkan al Albani dalam Shahih at Targhib wat-Tarhib, no. 3568]. Berapa kali sangkakala itu ditiup? Dalam masalah ini, terjadi adanya perbedaan pendapat di kalangan para ulama. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah dan al Hafizh al Hakami menyatakan tiga kali, yaitu tiupan al faz’u (keterkejutan), kemudian tiupan ash-sha’iq, kemudian tiupan kebangkitan. Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah menyatakan, bahwa al Qur`an mengabarkan tiga kali tiupan. Pertama : Ialah tiupan al faz’u, sebagaimana disebutkan dalam surat an Naml/27 ayat 87 : وَيَوْمَ يُنْفَخُ فِي الصُّورِ فَفَزِعَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَمَنْ فِي الْأَرْضِ إِلَّا مَنْ شَاءَ اللَّهُ ۚ وَكُلٌّ أَتَوْهُ دَاخِرِينَ Dan (ingatlah) hari (ketika) ditiup sangkakala, maka terkejutlah segala yang di langit dan segala yang di bumi, kecuali siapa yang dikehendaki Allah.Dan semua mereka datang menghadap-Nya dengan merendahkan diri.

 

Be the first to comment on "Kajian Video – HIDUP SESUDAH MATI ( HARI KEBANGKITAN MANUSIA ) – Ust.Abu Abdirrahman Al-Hajjamy, MA"

Leave a comment

Your email address will not be published.


*